Minggu, 23 November 2014

Perihal Cinta Pertama

Di film-film, quote-quote, banyak yang bilang kalau cinta pertama tak bisa terlupa

Seorang akhwat pernah berujar pada saya, "aku takut aku jatuh cinta sama dia. Kalau misal aku sudah menikah terus cinta sama cinta pertamaku masih tersisa gimana? Kalaupun rasanya sudah hilang, kenangannya kan gak mungkin lupa?" Akhwat itu bercerita tentang seorang ikhwan yang tengah dekat dengannya. Saat itu ia baru saja lulus sma.

Kemarin, seorang pria bertengkar dengan calon istrinya. Ia mengaku bahwa dihatinya masih ada sedikiiiit sekali rasa untuk cinta pertamanya. Ia tak bisa lupa. Sang calon istri begitu kecewa. Ia ingin hanya dirinya di hati suaminya. Tapi bukankah manusia tak maha membolak-balikkan hati?

Tak ada konsep pacaran dalam Islam. Idealnya, suami atau istrinya lah yang berhak menjadi cinta pertama setiap manusia. Lah tapi secara empiris, begitu manusia mencapai puberitas, dia akan tertarik pada lawan jenisnya. Beberapa melabeli itu cinta pertama. Ada juga yang setelah berpacaran sekian kali baru jatuh cinta. Intinya, susah sekali untuk menjadikan suami atau istri sebagai cinta pertama.

Kalaupun suami atau istrinya adalah cinta pertamanya, bagaimana jika pasangannya meninggal dunia. Kalau ia menikah lagi, bagaimana bisa ia tak membagi cintanya?

Sepertinya, yang salah itu mengharapkan kekasih kita untuk mencintai kita sepenuhnya, 100%, tanpa ada sepersekian persenpun utk org lainnya. Seperti mengikhlaskan suami untuk berpoligami.. Tapi, cemburu, rasa indah yang juga diciptakan Allah....... Ah.

Allah Mahasegala. Mahatau, Maha Bijaksana. Siapa aku berhak mempertanyakan kebijakanNya dan memperoleh penjelasan dariNya? Dijelasin juga udah pasti gak paham. Otak manusia sebegini aja *tunjukin kuku kelingking*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar